News

  

 

metro 1

flying doctor 2

 

Metrotvnews.com, Jayapura: PT Spirit Avia Sentosa (Flying SAS) menyelenggarakan pelayanan medis Dokter Terbang atau Flying Doctors untuk warga Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Selain dokter umum, pelayanan juga diberikan oleh dokter spesialis bedah, perawat, dan relawan non medis.

"Di Hitadipa, pelayanan itu berlangsung mulai 7 hingga 13 Oktober 2016," kata Managing Director Flying SAS, Kevin, melalui rilis yang diterima Metro TV, Jumat (30/9/2016).

 

Koordinator Flying Doctors dr Rini Sari Bachtiar mengapresiasi kerja sama Flying SAS dengan pemerintah setempat. Rini berharap kerja sama itu dapat meningkatkan kualitas kesehatan  masyarakat Intan Jaya.

"Sebab selama ini masyarakat Intan Jaya kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena berbagai kendala," ujar Riny.

flying doctor 3

 

Riny menambahkan tim Dokter Terbang beranggotakan seorang dokter spesialis bedah, dua dokter umum, seorang perawat, dan tiga relawan non medis. Jenis pelayanan medis yang akan dilakukan oleh Dokter Terbang adalah pengobatan umum dan bedah minor (bedah dengan anestesi lokal). Tim juga menyampaikan penyuluhan secara interaktif dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat merupakan hal yang penting sebagai langkah preventif agar masyarakat Hitadipa. Sehingga, kata Riny, warga tidak mudah terserang penyakit dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Flying SAS merupakan maskapai yang melayani penerbangan di udara Papua, khusunya di pegunungan Papua. Maskapai ini mengudara sejak 7 Maret 2016 dengan mengoperasikan empat pesawat, yakni 3 Twin Otter dan 1 Caravan. Keempat pesawat tersebut dioperasikan oleh pilot-pilot senior yang sudah memahami kondisi alam di Papua.

 

Source : http://news.metrotvnews.com/read/2016/09/30/590997/mulai-7-oktober-warga-intan-jaya-papua-dapat-layanan-ke

 

 

 

15 Maret 2016

Kabar gembira datang dari wilayah timur Indonesia.  PT Spirit Avia Sentosa (Flying SAS) membuka rute penerbangan baru dari Kabupaten Biak menuju pedalaman Papua seperti Sugapa, Illaga, Mulia, Bade, Enarotali, Tanah Merah, Wagete, Kepi, Mappi, Ewer, Pogapa, Monanami, Serui, Kimam, Wanam, Senggo, Mindiptanah, Bokondini, Kelila, Elelim, Karubaga, Tiom, Kobakma, Apalapsili, Dekai, Bioga, Sinak, Kenyam, Potowai, Jila dan Enduga.

Hal ini tentu sangat menggembirakan. Semakin mudahnya akses menuju tempat-tempat itu memperluas kemungkinan tereksplornya destinasi-destinasi baru sekelas Raja Ampat dari pedalaman Papua. Wisatawan tak perlu ragu lagi untuk berkunjung.

Spirit Avia Sentosa sendiri akan menyediakan empat pesawat untuk mengangkut penumpang dan kargo ke daerah-daerah. Keempat armada tersebut akan ditempatkan di Biak, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke.

Adanya rute-rute pedalaman juga akan sejalan dengan pembangunan infrastruktur di wilayah Papua yang tengah didorong agar bergerak cepat. Pun dengan potensi wisatanya.

Jika kamu penasaran menjelajah wisata Papua yang alami, ekstrem, dan luar biasa indah ini, Papua jelas bisa jadi destinasi selanjutnya. Siapa yang bilang pergi ke Papua susah? Sekarang sudah tidak lagi.

  

Source: http://phinemo.com/rute-penerbangan-ke-papua/

  


  

14 Maret 2016

Salah satu perusahaan penerbangan perintis, PT. Spirit Avia Sentosa (Flying SAS), meresmikan penerbangan di wilayah Papua. Penerbangan ini diwujudkan demi mendukung pembangunan di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Rute penerbangan yang dibuka dimulai dari Kabupaten Biak menuju pedalaman Papua seperti Sugapa, Illaga, Mulia, Bade, Enarotali, Tanah Merah, Wagete, Kepi, Mappi, Ewer, Pogapa, Monanami, Serui, Kimam, Wanam, Senggo, Mindiptanah, Bokondini, Kelila, Elelim, Karubaga, Tiom, Kobakma, Apalapsili, Dekai, Bioga, Sinak, Kenyam, Potowai, Jila dan Enduga. Penerbangan yang sudah memegang air operator certificate ini bermarkas di hangar eks Merpati, Bandara Udara Frans Kaisepo, Biak.

Managing Director PT. Spirit Avia Sentosa, Kevin Audy Lesmana, mengatakan bahwa misi Flying SAS sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan wilayah timur, khususnya Papua.

Untuk melayani Papua, pihaknya mengoperasikan empat pesawat yakni Cessna Caravan dan 3 Twin Otter. Keempat armada tersebut akan ditempatkan di Biak, Nabire, Timika, Wamena dan Merauke untuk mengangkut penumpang dan kargo untuk wilayah pedalaman Papua.

"Disamping sebagai operator penerbangan, kami juga bekerja sama dengan doctorshare untuk memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman Papua," jelasnya.

Bupati Biak, Thomas Ondi menyambut baik kehadiran Flying SAS, karena ada tiga masalah yang bisa dipecahkan dengan beroperasinya transportasi udara tersebut.

 

  

Source :  http://gipi.or.id/pedalaman-papua-kini-dihubungkan-dengan-penerbangan-sas/

  


 

  

13 Maret 2016

Pesawat SAS Siap Buka Kembali Rute Merpati di Papua

HarianPapua.com

Maskapai Spirit Avia Sentosa (SAS) secara resmi melakukan penerbangan perdana untuk mulai melayani transportasi udara di Papua secara khusus ke wilayah-wilayah pedalaman, Jumat (12/3).

Rute-rute yang akan dilayani SAS akan sama dengan rute penerbangan Merpati yang kini telah ditutup. Sejak Merpati 'gulung tikar', banyak rute penerbangan di Papua ke wilayah pedalaman yang tidak lagi dilayani. Jadi misi SAS ikut mengambil peran dalam pembangunan Papua. Kita sedih jika tidak bisa berperan dalam membangun bangsa ini," ujar Komisaris Utama SAS, Panda Nababan di detik finance.

Kehadiran SAS di Papua diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat pedalaman. Menurut Panda, misi pelayanan memang menjadi fokus utama keberadaan SAS di Bumi Cenderawasih.

"Kalau mau cari untung kenapa kita harus mendirikan perusahaan penerbangan yang banyak risiko. Kita buat akan perusahaan pertambangan atau sektor lain yang banyak untung," katanya.

Untuk tahap awal saat ini, SAS menyiapkan empat pesawatnya untuk digunakan beroperasi di Papua. Maskapai ini juga menggunakan pilot-pilot senior yang dulunya bekerja di Merpati sehingga sudah mengetahui medan alam Papua.

 

Source: http://www.harianpapua.com/20160313/5237-pesawat-sas-siap-buka-kembali-rute-merpati-di-papua.html

  

  


  

  

  

Sat, March 12 2016

In a bid to ease the movement of people and goods across Papua and West Papua, Spirit Avia Sentosa (SAS) has begun operations with four aircraft to connect the central and southern part of the county'??s mountainous easternmost region.

SAS, owned by senior Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) politician Panda Nababan, launched its first flight from Frans Kaisiepo Airport in Biak, West Papua, on Friday.

Biak Regent Thomas Ondi said the operation of the airline benefitted the regency in several ways. First, he said, more investors were expected to come to Biak, as it would improve the transportation system in Papua'??s remote areas.

'??The flights are expected to also be able to revive Frans Kaisiepo Airport,'?? he said during the launch.

SAS'?? commissioner Panda said the presence of SAS was expected to be able to support President Joko '??Jokowi'?? Widodo'??s program to accelerate development in Papua, where poor infrastructure has long been one of the biggest problems.

'??Our mission is to contribute to the development of Papua, not to make profits,'?? Panda said.

The four aircraft comprise a Caravan and three Twin Otter, which can carry both passengers and cargo. The routes served by the aircraft connect Frans Kaisiepo Airport with pioneer airports in the Pegunungan Tengah area, namely Sugapa, Ilaga, Mulia, Enarotali, Wagete, Pogapa, Monamai, Bokondini, Kelila, Elelim, Karubaga, Tiom, Kobakma, Apalapsili, Kenyam, Jila, Potowai, Enduga and Dekai.

While in the southern part of Papua, SAS offers flights to Kimam, Wanam, Tanah Merah, Senggo, Kepi, Ewer, Mindiptana, Bade and the coastal region near Serui.

Managing director Kevin Audi Lesmana said the company would also work with the doctorShare non-profit organization to offer free medication services to people living in Papua'??s remote areas.

Papua councilor Carolus Bolly welcomed the operation of the airline in the region, saying it could help open access to remote areas, and expressing his hope that the aircraft were new.

'??Many old aircraft are repainted to make them look new, but they are not. Please don'??t put people'??s safety at risk just because of business interests,'?? Carolus told The Jakarta Post.

The operation of the flight company, he said, was also expected to transport staple foods and other daily necessities for people in areas that could only be accessed by air.

'??Logistics offices in Papua often complain about the limited aircraft capacity to carry rice. I hope SAS can also meet this demand,'?? he said.

The flights from Biak, he added, would make it easier for people in Papua'??s remote areas to access other regions of the country, as the airport in Biak was capable of accommodating large aircraft flying to other regions of Indonesia.

'??People no longer have to go to Jayapura or Timika [before flying to other regions], because they now have an alternative to fly from Biak,'?? Carolus said.

He expressed his hope that the airline could in the future add more flights at affordable fares to serve more passengers.

  

Source:   http://www.thejakartapost.com/news/2016/03/12/new-airline-launches-papua-region-with-four-aircraft.html

  

  

  


  

  

  BeritaSatu.com, Jum'at 11 Maret 2016 | 19:44

 

Perusahaan Penerbangan SAS Layani Pedalaman Papua

 

Jayapura - Untuk mendukung pembangunan di wilayah Pengunungan Papua, salah satu perusahaan penerbangan PT Spirit Avia Sentosa (Flying SAS) sebagai perusahaan penerbangan perintis yang sudah memegang air operator certificate, Jumat (11/3) ) siang, meresmikan penerbangan di wilayah di Papua. Perusahaan penerbangan ini bermarkas di di hangar eks Merpati, Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak.

Jalur penerbangan yang dibuka dimulai dari Kabupaten Biak menuju pedalaman Papua, seperti Sugapa, Illaga, Mulia, Bade, Enarotali, Tanah Merah, Wagete, Kepi, Mappi, Ewer, Pogapa, Monamani, Serui, Kimam, Wanam, Senggo,Mindiptanah, Bokondini, Kelila, Elelim, Karubaga, Tiom, Kobakma, Apalapsili, Dekai, Bioga, Sinak, Kenyam, Potowai, Jila dan Enduga.

Hal tersebut disampaikan Managing Director , PT Spirit Avia Sentosa, Kevin Audy Lesmana kepada SP di Jayapura, Papua Jumat (11/3).

Dikatakan, misi Flying SAS sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan wilayah timur, khususnya Papua. Presiden sangat berharap adanya sarana transportasi yang bisa menjangkau semua wilayah di Papua.

Untuk melayani Papua, pihaknya mengoperasikan empat pesawat, yakni 1 Cessna Caravan dan 3 Twin Otter. Keempat armada tersebut akan ditempatkan (base operation) di Biak-Nabire-Timika-Wamena-Merauke untuk mengangkut penumpang dan kargo untuk wilayah pedalaman Papua.

"Di samping sebagai operator penerbangan, kami juga berkerja sama dengan doctorshare untuk memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat yang tinggal pedalaman Papua," ujarnya.

Bupati Biak, Thomas Ondi menyambut baik kehadiran Flying SAS, karena ada tiga masalah yang bisa dipecahkan dengan beroperasinya transportasi udara tersebut. 

"Beroperasinya SAS di Biak membuat tiga masalah terpecahkan, yakni masuknya investasi, ada sarana tranportasi menuju daerah yang jauh dan terpencil, serta menghidupkan kembali kegiatan Bandara Frans Kaisiepo Biak," kata Thomas Ondi.

Robert Isidorus/AB

  

Source:  http://www.beritasatu.com/nasional/354266-perusahaan-penerbangan-sas-layani-pedalaman-papua.html

  

  

  


  

  

 

Kabar Papua 10 Maret 2016

 

Rute Perintis di Papua, Tantangan atau Hambatan?

 

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura - Rute penerbangan perintis ke pedalaman Papua tak bisa dianggap remeh. Hampir seluruh rute pedalaman Papua, tak memiliki fasilitas pemantau penerbangan dan cuaca, misalnya seperti tower dan juga alat pemantau cuaca.

Rata-rata air stripe atau lapangan terbang di pedalaman Papua kesulitan dalam pemasangan alat instrument di sekitar lapangan terbang itu. Ini dikarenakan lapangan terbang di pedalaman Papua berada ditengah-tengah celah gunung, bukit dan lembah.

"Jika mau take off dan landing, kami selalu mengandalkan radio SSB atau radio satelit yang dipegang oleh petugas di lapangan terbang itu. Semuanya kami lakukan dengan cara visual," kata Kapten Pilot Daud Mongdong, salah satu pilot Asosiation Mission Aviation (AMA) yang telah memiliki 16 ribu jam penerbangan.

Selain mengangkut penumpang, empat pesawat ini juga melayani penerbangan cargo ke sejumlah pedalaman Papua, misalnya penerbangan ke Sugapa, Ilaga, Mulia, Bade, Enarotali, Jila dan wilayah pedalaman lainnya.

Misi FlyingSAS, kata Kevin sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk percepatan wilayah timur Indonesia, khususnya Papua. Didalam penerbangan ini, PT Spirit Avia Sentosa akan bekerja sama dengan salah satu dokter untuk memberikan pengobatan gratis di pedalaman Papua. *** (Katharina Louvree)

-

Source : http://kabarpapua.co/rute-perintis-di-papua-tantangan-atau-hambatan/


 

 


 

 

 

Head Office:
Office Tower A MGK Kemayoran
Jalan Angkasa Kav-B6 Kota Baru Bandar
Kemayoran
Jakarta Pusat 10610 - INDONESIA
Telephone : +62 21 29070788
Fax : +62 21 29070755
flyingsas head office Flight Ops:
Graha Dirgantara Building
Jl. Raya Halim Perdana Kusuma No. 8
Jakarta Timur 13610 - INDONESIA
Telephone : +62 21 29838036
Fax : +62 21 29628668

Find Us On flyingsas facebook                    Follow Us On flyingsas twitter